Breaking News
Loading...
March 23, 2016

Info Post
Datuk Seri Najib Razak telah mengarahkan supaya siasatan berhubung isu penyelewengan dana kerajaan berjumlah lebih RM100 juta di Kementerian Belia dan Sukan (KBS) dilakukan dengan serta-merta.

Ketua Setiausaha Negara (KSN) Tan Sri Dr Ali Hamsa berkata perdana menteri turut mengarahkan semua kementerian, jabatan dan agensi kerajaan supaya meningkatkan lagi tahap pemerhatian, ketelusan dan akauntabiliti.

Beliau berkata kerajaan amat bimbang dengan laporan bahawa sejumlah RM100 juta dana kerajaan kemungkinan diseleweng daripada KBS.

“Rasuah merupakan musuh yang perlu kita perangi di negara ini dan kerajaan tidak akan berkompromi dalam hal ini,” katanya dalam kenyataan di sini semalam.

Kenyataan itu susulan tindakan Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) Jumaat lepas yang menahan sembilan orang termasuk seorang setiausaha bahagian KBS yang dikatakan menerima suapan dianggar mencecah RM20 juta.

Pegawai kanan berusia 56 tahun itu bersama lapan individu lain termasuk seorang wanita, ditahan SPRM kerana disyaki mendalangi satu sindiket menyeleweng dana kerajaan bernilai RM107 juta. SUMBER.

Komen aku: Setuju dengan kenyataan PM kita tu, siasat sehingga ke akar umbi, 100 juta dana kerajaan bukan sikit weii, berapa banyak rumah kos rendah yang boleh di bina dengan wang sebanyak tu...

Dia sedap-sedap kaya raya, rakyat papa kedana...

4 comments:

kluangman said...

Bakat dan lakonan superb..

Anonymous said...

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang mengata­kan bahwa makna la taqfu ialah la taqul (janganlah kamu mengatakan).

Menurut Al-Aufi, janganlah kamu menuduh seseorang dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuan bagimu tentangnya.
Muhammad ibnul Hanafiyah mengatakan, makna yang dimaksud ialah kesaksian palsu.

Qatadah mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah janganlah kamu mengatakan bahwa kamu melihatnya, padahal kamu tidak melihatnya; atau kamu katakan bahwa kamu mendengarnya, padahal kamu tidak mendengarnya; atau kamu katakan bahwa kamu mengetahuinya, padahal kamu tidak mengetahui. Karena sesungguhnya Allah kelak akan meminta pertanggungjawaban darimu tentang hal tersebut secara keseluruhan.

Kesimpulan pendapat mereka dapat dikatakan bahwa Allah Swt. melarang mengatakan sesuatu tanpa pengetahuan, bahkan melarang pula mengatakan sesuatu berdasarkan zan (dugaan) yang bersumber dari sangkaan dan ilusi.

Dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:
{اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ}
jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. (Al-Hujurat: 12)

Di dalam hadis disebutkan seperti berikut:
"إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ؛ فَإِنَّ الظَّنَّ أكذبُ الْحَدِيثِ"
Jauhilah oleh kalian prasangka. Karena sesungguhnya pra­sangka itu adalah pembicaraan yang paling dusta.

Al-'Isrā':36 - Dan janganlah engkau mengikut apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya; sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati, semua anggota-anggota itu tetap akan ditanya tentang apa yang dilakukannya.

Anonymous said...

Rasuah ke derma

Anonymous said...

kakakakakakaka..........muka tebal & lawak betul seorg ni.........